Mahameru – Puncak Para Dewa

Pernah dengar tentang Gunung Semeru? Bagi Anda pecinta hiking pasti tau persis tentang gunung yang masuk pada rangkaian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Bagi Anda penikmat sejarah Indonesia, nama Gunung Semeru pasti pernah terlintas menyertai nama seorang aktivis dan tokoh mahasiswa, Soe Hok Gie.

Gunung Semeru menyandang titel sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa. Puncaknya, Puncak Mahameru, terletak di ketinggian kurang lebih 3.676 m diatas permukaan laut. Puncak Mahameru dapat terlihat dengan jelas dari Kota Malang dan beberapa tempat lainnya dengan bentuk kerucut yang sempurna, tapi pada kondisi yang sebenarnya di puncak berbentuk kubah yang luas dengan medan beralun disetiap tebingnya. Gunung ini termasuk salah satu gunung berapi yang masih aktif di Jawa Timur, terletak diantara wilayah Administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang dengan posisi geografis tepatnya diantara 7°51’ – 8°11’ Lintang Selatan, 112°47’ – 113°10’ Bujur Timur.

Tak hanya wisatawan Indonesia, wisatawan mancanegara pun banyak yang mendaki Semeru karena keindahan alamnya. Selain dari Puncak Mahameru, daya tarik Gunung Semeru terletak pada danau-danau yang dapat dijumpai sepanjang jalur pendakian dan keanekaragaman hayati yang ada. Danau-danau tersebut antara lain Ranu Pani (2.000 mdpl), Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo yang terkenal sebagai tempat transit para pendaki (2.390 mdpl). Selain itu sepanjang rute perjalanan dapat dijumpai flora dan fauna seperti Cemara gunung (Casuarina sp.), Elang Bondol (Haliastur indus), belibis dan tentunya Edelweiss (Anaphalis javanica).
Rute pendakian yang biasa digunakan oleh para pendaki adalah rute Tumpang – Malang. Rute ini dimulai dari Malang menuju Tumpang dan dianjutkan ke Ranu Pani. Kemudia dari Ranu Pani (dusun terakhir perjalanan bermotor) pendaki menuju Ranu Kumbolo, melewati tanah pertanian daerah Watu Rejeng perjalanan dimana menanjak dimulai. Kemudian berlanjut ke Kalimati melewati Tanjakan Cinta yang lumayan memeras tenaga dan dilanjutkan ke Savana Oro-oro Ombo yang merupakan padang rumput yang luasnya lebih dari 100 ha. Perjalanan diteruskan melwati Cemoro Kandang serta Padang Rumput-Jambangan untuk mencapai Kalimati.

Perjalanan berlanjut dari Kalimati ke Arcopodo yang merupakan perkemahan terakhir sebelum mencapai Puncak Mahameru. Setelah bermalam di Arcopodo perjalanan dilanjutkan ke Puncak Mahameru dengan melewati tanah berpasir dengan kemiringan hampir 60 – 70 derajat. Diperlukan kewaspadaan khusus dalam melewati medan ini karena banyak batu – batu yang longsor oleh angin atau pendaki di atas kita.

Puncak Mahameru memiliki keunikan yaitu pada setiap 10 – 15 menit sekali menyemburkan abu dan batuan vulkanik yang didahului semburan asa berwarna hitam kelam membumbung tinggi ke angkasa raya seakan – akan menyelimuti seluruh puncak. Suhu di puncak Mahameru kadang–kadang 0–4 derajat celcius yang disertai kabut yang tebal dan badai angin.
Gunung Semeru hanya salah satu dari sekian banyak keindahan alam di Indonesia. Jagalah kelestarian dan keasriannya agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Happy hiking!

 

This entry was posted in Gunung and tagged , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.